Jumat, 27 Oktober 2017
PEREMPUAN INI ABORSI 15 KALI
1.POKER
Irene Vilar dari Denver, Colorado, AS, mengaku ketagiahan aborsi. Ia 15 kali melakukan pengguguran kandungan dalam 17 tahun.
Vilar mengatakan, ia melakukan aborsi bukan kerena alasan kemiskinan atau takut tetapi sebagai suatu aksi protes terhadap "kontrol" suaminya yang tidak menginginkan anak. Pengakuan perempuan berusia 40 tahun itu menuai kecaman dari para aktivis anti-aborsi di internet, termasuk ancaman hukuman mati dan permintaan agar Vilar dipenjara.
2.BANDAR POKER
Rangkaian kehamilan dan aborsi itu, yang bermula ketika dia berusia 16 tahun dan berakhir saat usia 33 tahun, juga diwarnai sejumlah percobaan bunuh diri. Vilar yang sekarang sukses sebagai agen literer (agen yang mewakili penulis buku atau skenario) dan punya dua putri, Loretta (5) dan Lolita (3), telah menulis pengalamannya itu dalam sebuah memoar, berjudul "Impossible Motherhood: Testimony of an Abortion Addict".
Buku itu, yang terbit Selasa lalu, telah mengguncang banyak orang Amerika, yang masih terbelah antara pro-life dan pro-choice, dan telah membuat marah kedua pihak yang beseberangan. Charmaine Yoest, presiden kelompok pro-life dari Americans United for Life mengatakan, "(Buku) itu menggarisbawahi segala sesuatu yang selalu kami katakan dalam gerakan pro-life bahwa aborsi merupakan bagian kisah buruk para perempuan."
3.DOMINO QQ
Di sisi lain, para pendukung pro-choice mengatakan, buku Vilar memicu pertanyaan yang tidak nyaman tentang aborsi sebagai sebuah bentuk pengendalian kelahiran.
Vilar yang tergolong anak dengan kemampuan akademik istimewa masuk sekolah berasrama di New Hampshire. Ia kemudian diterima di sebuah universitas di New York ketika baru 15 tahun. Setahun kemudian, dia jatuh cinta dan menikah dengan seorang profesor sastra Amerika Latin yang berusia 50 tahun. Sang profesor, kata dia, menolak untuk punya anak.
4.BANDAR Q
Villar mengatakan, pria itu membual hubungannya (dengan perempuan) tidak pernah lebih lama dari lima tahun dan punya anak akan membunuh hasrat seksual. Sebagai bentuk pembangkangan, kata Vilar, ia sengaja tidak mau minum pil KB.
"Pada awalnya saya meminum pil KB. Lalu saya melewatkan satu atau dua hari atau berhenti selama sebulan," katanya dalam sebuah wawancara televisi. "Saya pikir saya akan lebih baik pada kesempatan lain. Namun perlahan-lahan, saya justru menemukan kesimbangan dan ada kualitas yang spesifik. Saya kadang sedih, lalu saya menemukan diri saya hamil, menjadi takut, tetapi juga menjadi begitu gembira."
5.ADU Q
Dia mengaku, dirinya melakukan aborsi agar suaminya tidak meniggalkan dia, meski Vilar tidak mengungkapkan apakah suaminya tahu tentang pengguguran-pengguguran itu. "Tentu saja, ini tidak berarti saya ingin melakukanya lagi dan lagi."
"Sejumlah perempuan telah menulis memoar tentang anoreksia atau bulimia mereka, dan mereka menjelaskan sebaik mungkin yang mereka bisa tentang apa yang memotivasi ketagihan atau perilaku mereka. Saya mencoba melakukan hal yang sama dalam buku ini," katanya.
6.CAPSA SUSUN
Suami Villar, Pedro Cuperman, seorang profesor di Syracuse University di New York tidak dapat dikontak untuk dimintai komentar.
Dalam bukunya, Vilar juga mengungkapkan bahwa dia dihantui oleh masa lalu yang tragis. Neneknya, Lolita Lebron -seorang nasionalis Puerto Rico- dipenjara selama 25 tahun setelah menyerang gedung Capitol AS dengan sebuah senjata tahun 1954. Neneknya itu dihukum karena percobaan menggulingkan pemerintah dan dipenjara selama 25 tahun sebelum akhirnya mendapat pengampunan dari Presiden Jimmy Carter tahun 1979.
Vilar berusia delapan tahun ketika ibunya bunuh diri dengan melompat dari mobil yang sedang bergerak dan tewas dua jam kemudian. Saat kejadian itu, ayahnya terus mengendari mobil sementara Vilar kecil mencoba menarik ibunya. Dua orang saudara Vilar juga pecandu narkoba.
7.SAKONG
Meski Vilar mengatakan ia tidak melihat dirinya sebagai korban, ia mengaku ia merasa telah membuat gerakan perempuan menjadi mundur.
Vilar menikah dengan suami keduanya tahun 2003 dan sekarang hidup bersama dua putri dan dua anak tiri di Denver, Colorado. "Menjadi ibu membuat saya merasa bertanggung jawab," katanya. "Namun itu tidak membuat saya kurang pro-choice. Hanya saja, saya jadi paham dan dapat merasakan beban dari previlese yang kita miliki dalam melakukan hak kita untuk memilih."
Selasa lalu, sebuah laporan yang diterbitkan AS, berdasarkan Guttmacher Institute, mengungkapkan bahwa angka aborsi di dunia turun dari 45,5 juta pada tahun 1995 menjadi 41,6 juta tahun 2003. Studi itu menyatakan, kemajuan telah dibuat dalam mengurangi kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi masih terlalu banyak perempuan yang melakukan aborsi yang tidak aman. Saat ini 32 negara di dunia memiliki undang-undang yang menyatakan aborsi adalah ilegal.
Naskah buku "Impossible Motherhood" ditolak 51 kali, sebelumnya akhirnya diterbitkan oleh Other Press.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PEMAIN FILM JUSTICE LEAGUE NGEBET MUNCUL BARENG AVENGERS
Penerbit komik superhero DC dan Marvel selama ini bersaing dalam merebut hati para penggemarnya, bahkan setelah berbagai film dirilis...
-
“ Kemana saja sih lo Rg? Gue benar-benar kangen deh sama lo”, aku mulai membuka pembicaraan. “Ah yang benar…?” jawab Rgn. “Elo sekarang...
-
1. POKER India - Sebuah sekolah di pedesaan India menjadi perhatian banyak pasang mata karena seluruh siswanya yang berjumlah 300 mengal...
-
Penerbit komik superhero DC dan Marvel selama ini bersaing dalam merebut hati para penggemarnya, bahkan setelah berbagai film dirilis...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar