VIP DOMINO AGENT JUDI TERBESAR DI ASIA DAN TERPERCAYA

Selasa, 31 Oktober 2017

Belajar Keuangan Dari Penjudi Profesional


Beberapa waktu lalu, saya berkenalan dengan salah seorang teman baru di sebuah acara pelatihan yang sangat panjang. Pelatihan atau training berlangsung selama 10 hari dan setiap hari jadwalnya dimulai dari subuh jam 4, berakhir malam hari jam 9 lebih.
Cukup melelahkan tetapi juga sekaligus sangat mencerahkan karena di situ saya belajar banyak sekali hal yang sangat bermanfaat. Di program training ini, saya berkenalan dengan banyak teman baru dari profesi yang bermacam-macam, mulai dari dokter, bankers, bisnisman, investor properti, dan banyak lagi.

Salah satu teman baru yang saya kenal disitu, sebut saja namanya si Udin. Singkat cerita, Udin mengaku profesinya selama belasan tahun ini adalah seorang penjudi, dan dia berhasil menghidupi istri dan dua orang anaknya selama belasan tahun ini dari hasil bermain judi, eiittts salah…dia tidak mau disebut pemain judi lhooo, tapi dia menyebut dirinya seorang yang berbisnis judi 


Dan dia menyebut dirinya seorang pebisnis judi, yang punya prinsip tidak mau merugikan orang lain. Makanya dia tidak pernah mau berjudi dengan teman atau individu perseorangan, tetapi yang dia lakukan untuk berjudi adalah pergi ke kasino kasino yang berada di luar 

Mungkin saat Anda membaca uraian saya mengenai si Udin, sebagian dari Anda membacanya sambil menkerutkan kening Anda …..hehehe….

Jangankan Anda, saya saja mengatakan ke dia bahwa dia adalah termasuk orang langka. Karena baru pertama kali ini saya punya berkenalan dengan orang yang punya profesi seperti beliau ini.

Nah teman-teman, terlepas dari apa yang Udin lakukan untuk membiayai kehidupannya selama belasan tahun ini, terlepas dari benar atau salah secara moral dan etika, terlepas dari “judgement” atau “penghakiman” masyarakat terhadap image seorang penjudi pada umumnya, saat mendengarkan cerita-cerita yang beliau katakan, ada hal-hal yang saya salut dan kagumi dari prinsip hidup dan keuangan yang beliau paparkan.

Saat saya menanyakan apakah setiap kali berbisnis judi di kasino, dia selalu menang dan dapat uang untuk dibawa pulang, beliau dengan jujur dan terbuka, mengatakan TIDAK.

Ada kalanya dia juga mengalami kekalahan, dan kehabisan modal bisnis judi yang dibawanya ke kasino. Dan Udin berkata bahwa salah satu prinsip yang dipegangnya selama ini dalam berjudi adalah jangan pakai EMOSI, dalam artian saat menang, harus tahu saatnya berhenti, jangan SERAKAH. Dan saat kalah, juga harus tahu saatnya berhenti, jangan NAFSU untuk membalas kekalahan atau mengembalikan uang yang hilang.

Buat Anda yang sudah baca dan ikuti workshop Property CASH Machine  , tentunya Anda sudah paham benar bahwa prinsip jangan pakai emosi ini juga menjadi aturan no 1 yang harus di kuasai seorang investor dalam bernegosiasi.

Bukan artinya berinvestasi properti, sama dengan berjudi, karena ini jelas suatu hal yang berbeda. Tetapi yang saya mau tekankan disini adalah, jika aturan main jangan pakai emosi, terbukti dapat membuat seorang Udin bisa mendapatkan uang untuk biaya hidup keluarganya selama belasan tahun ini dengan menjadi seorang penjudi profesional, artinya dalam keberhasilan seorang profesional investor dan pebisnis yang sukses, aturan ini juga memiliki peranan yang amat penting.

Saat saya tanya ke Udin, kalau saat berjudi Anda kalah, apa yang Anda lakukan?

Udin bilang, dia langsung berhenti dan pulang, kemudian selama beberapa bulan dia tidak pergi berjudi dahulu, untuk melakukan evaluasi dan introspeksi, apa penyebab kekalahannya?

Dan jika dia sudah menemukan dimana letak kesalahan yang membuatnya kalah, dia memperbaiki strategi berjudinya, sambil menunggu emosinya kembali netral, barulah dia berangkat lagi untuk melakukan bisnis judinya. Terkadang dia tidak pergi berjudi, sampai berbulan bulan, bahkan pernah hampir setengah tahun.

Nah, terus pertanyaannya, bagaimana dia menghidupi keluarganya selama berbulan bulan, jika dia tidak menghasilkan uang?

Apa yang dia katakan kemudian benar benar membuat saya salut dan kagum. Dia katakan, “Ya kan saya pakai money management. Saya pakai manajemen keuangan dalam mengatur keuangan keluarga selama ini.”

Wooow…. Luar Biasa!!

Ternyata ini salah satu rahasianya yang membuatnya bisa menghidupi keluarganya dari hasil berjudi belasan tahun ini.

Kemudian dia lanjutkan lagi dengan berkata, “Bahkan kalau istri saya “hambur hambur” uang, atau dia belanja barang barang yang tidak perlu, saya nasehatin begini, HARGAILAH UANG, maka UANG AKAN HARGAI KITA…”

Wow…. Saat itu juga saya langsung acungkan 2 jempol saya ke Udin 🙂

Saya benar benar salut dan kagum dengan prinsip dia yang ini. Ternyata inilah prinsip rahasia dia lainnya, agar bisa hidup dari hasil judi yang tidak menentu, kadang menang kadang kalah.

Buat Anda yang sudah ikuti workshop TheKEYtoFinancialFreedom.com , tentunya Anda sudah paham benar, apa yang diajarkan dan dipraktekkan di workshop untuk lakukan “Track to the penny” uang yang kita miliki, adalah prinsip yang sama persis dengan prinsip hargailah uang, maka uang akan hargai kita.

Nah jika seorang yang profesinya berjudi, yang penghasilannya tidak menentu saja, sangat memahami dan mempraktekkan prinsip manajemen keuangan dan sangat menghargai uang, sungguh sangat mengherankan jika diluar sana kebanyakan orang tidak mengelola uangnya dengan baik (berarti tidak menghargai uangnya), tapi ingin bisa hidup dengan gaya hidup mewah, ingin bisa hidup bebas keuangan dan menikmati kehidupan yang lebih baik.

Bagaimana bisa?

Wong uang yang ada saja tidak dikelola dengan baik dan tidak dihargai, gimana bisa hidupnya jadi lebih baik?

Rasanya saya ingin teriak di kuping mereka mereka itu……Ngaca woiiiiiii….. ngacaaaaa dong…….

Masa sih Anda tidak bisa lebih baik si Udin yang dapat uangnya dari berjudi?? Mau miliki keuangan yang lebih baik??? Mau bebas keuangan???

Apapun profesi Anda, apakah Anda seorang investor, apakah Anda seorang pebisnis, apakah Anda seorang karyawan, apakah Anda seorang distributor MLM atau agen asuransi, apakah Anda seorang ibu rumah tangga, apakah Anda seorang mahasiswa, apakah Anda seorang pengangguran, apakah Anda seorang penjudi sekalipun…..





Diajukan Sejak 2010, Bagaimana Kelanjutan Gelar Pahlawan untuk Gus Dur?

vipdomino - Ketua Umum PB NU Gus Dur, KH Abdurrahman Wahid di Musyawarah Nasional Ulama dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Quomarul Huda, Mataram, NTB. Foto diambil pada November 1997.

VIPDOMINO - Abdurrahman Wahid ( Gus Dur) telah diajukan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional sejak 2010.

Namun, hingga kini anugerah gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur belum juga diberikan.


Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras mengatakan, secara teknis, Presiden keempat RI tersebut telah memenuhi persyaratan untuk memeroleh gelar pahlawan nasional.

"Tapi masih perlu pengendapan waktu. Nanti Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan yang akan menyerahkan usulan kepada Presiden," ujar Hartono saat ditemui di atas KRI dr Soeharso, Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/10/2017).
Hartono mengatakan, untuk tahun 2017, ada sembilan nama pejuang yang diajukan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional

Dari sembilan nama tersebut, ada tiga hingga empat nama yang akan mendapatkan gelar pahlawan.

Hartono belum bisa memastikan apakah Gus Dur ada di dalam tiga nama yang dinilai memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai pahlawan.

Biasanya, penetapan gelar kepahlawanan bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November.

Sesuai prosedur, tim yang dibentuk Kemensos melakukan pengkajian dan penelitian terhadap sosok pejuang yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional.

Hasilnya, nama-nama tersebut akan diserahkan Menteri Sosial kepada Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan.

Selanjutnya, Dewan tersebut akan mengkaji usulan dan menyampaikan kepada Presiden. Apabila disetujui, maka penganugerahan gelar akan ditetapkan melalui keputusan presiden.

"Kalau yang masih baru nanti bias kami menilai. Bisa saja generasi yang akan datang menilainya," kata Jimly, usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Jimly mengatakan, tokoh seperti Gus Dur pasti memenuhi berbagai syarat dan kualifikasi untuk menjadi pahlawan nasional.

Namun, menurut dia, terlalu cepat apabila gelar pahlawan itu disematkan tidak lama setelah Gus Dur wafat pada 2009 lalu.

"Terlalu cepat. Bukannya tidak memenuhi syarat dan tidak layak," kata Jimly.

"Istilah kasarnya kuburannya masih basah," tambah dia. 

Sementara itu, putri Gus Dur, Yenny Wahid, mengaku sudah bosan mendengar pertanyaan soal usulan ayahnya mendapat gelar pahlawan nasional.
Menurut dia, hal yang sama selalu ditanyakan setiap tahun. Namun, gelar pahlawan tak pernah benar-benar diberikan.
"Keluarga juga ditanyakan pertanyaan yang sama setiap tahun dan tidak pernah terjadi. Jadi buat kami sudah enggak penting lagi Gus Dur mau diusulkan jadi pahlawan nasional. Yang penting pahlawan rakyat saja," kata Yenny seusai diskusi bertajuk "Islam and Democracy In Indonesia" di Kampus Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Kamis (19/10/2017).

Ia mengatakan, gelar pahlawan nasional merupakan penghargaan yang diberikan oleh negara. Namun, mendapat penghargaan tersebut bukan berarti mendapatkan penghargaan dari masyarakat.







GURU GENIT YANG SELALU MENGGODAKU!!


guru seksi menggoda siswa dengan senyumnya yang menggoda dan bertoket gede. Teman-teman biasa memanggilku Budhy. Aku tinggal di Bogor. Tinggiku sekitar 167 cm, bentuk wajahku tidak mengecewakan, imut-imut kalau teman-teman perempuanku bilang. Langsung saja aku mulai dengan pengalaman pertamaku ‘making love’ (ML) atau bercinta dengan seorang wanita. Kejadiannya waktu aku masih kelas dua SMA .

Saat itu sedang musim ujian, sehingga kami di awasi oleh guru-guru dari kelas yang lain. Kebetulan yang mendapat bagian mengawasi kelas tempatku ujian adalah seorang guru yang bernama Ibu Netty, umurnya masih cukup muda, sekitar 25 tahunan. Tinggi badannya sekitar 155 cm. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, bentuk wajahnya oval dengan rambut lurus yang di potong pendek sebatas leher, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang.

Yang membuatku sangat tertarik adalah tonjolan dua bukit payudaranya yang cukup besar, bokongnya yang sexy dan bergoyang pada saat dia berjalan. Aku sering mencuri pandang padanya dengan tatapan mata yang tajam, ke arah meja yang didudukinya. Kadang, entah sengaja atau tidak, dia balas menatapku sambil tersenyum kecil. Hal itu membuatku berdebar-debar tidak menentu. Bahkan pada kesempatan lain, sambil menatapku dan memasang senyumnya, dia dengan sengaja menyilangkan kakinya, sehingga menampakkan paha dan betisnya yang mulus.

Di waktu yang lain dia bahkan sengaja menarik roknya yang sudah pendek (di atas lutut, dengan belahan disamping), sambil memandangi wajahku, sehingga aku bisa melihat lebih dalam, ke arah selangkangannya. Terlihat gundukan kecil di tengah, dia memakai celana dalam berbahan katun berwarna putih.

Aku agak terkejut dan sedikit melotot dengan ‘show’ yang sedang dilakukannya. Aku memandang sekelilingku, memastikan apa ada teman-temanku yang lain yang juga melihat pada pertunjukan kecil tersebut. Ternyata mereka semua sedang sibuk mengerjakan soal-soal ujian dengan serius. Aku kembali memandang ke arah Ibu Netty, dia masih memandangku sambil tersenyum nakal. cerita sex SMA.

Aku membalas senyumannya sambil mengacungkan jempolku, kemudian aku teruskan mengerjakan soal-soal ujian di mejaku. Tentu saja dengan sekali-kali melihat ke arah meja Ibu Netty yang masih setia menyilangkan kakinya dan menurunkannya kembali, sedemikian rupa, sehingga memperlihatkan dengan jelas selangkangannya yang indah.

Sekitar 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, aku bangkit dan berjalan ke depan untuk menyerahkan kertas-kertas ujianku kepada Ibu Netty. “Sudah selasai?” katanya sambil tersenyum. “Sudah, bu….” jawabku sambil membalas senyumnya. “Kamu suka dengan yang kamu lihat tadi?” dia bertanya mengagetkanku.

Aku menganggukkan kepalaku, kami melakukan semua pembicaraan dengan berbisik-bisik. “Apa saya boleh melihatnya lagi nanti?” kataku memberanikan diri, masih dengan berbisik. “Kita ketemu nanti di depan sekolah, setelah ujian hari ini selesai, ok?” katanya sambil tersenyum simpul. Senyum yang menggetarkan hatiku dan membuat tubuhku jadi panas dingin. cerita sex SMA.

Siang itu di depan gerbang sekolah, sambil menenteng tasnya, bu Netty mendekati tempatku berdiri dan berkata, “Bud, kamu ikuti saya dari belakang” Aku mengikutinya, sambil menikmati goyangan pinggul dan pantatnya yang aduhai. Ketika kami sudah jauh dari lingkungan sekolah dan sudah tidak terlihat lagi anak-anak sekolah di sekitar kami, dia berhenti, menungguku sampai di sampingnya.

Kami berjalan beriringan. “Kamu benar-benar ingin melihat lagi?” tanyanya memecah kesunyian. “Lihat apa bu?” jawabku berpura-pura lupa, pada permintaanku sendiri sewaktu di kelas tadi pagi. “Ah, kamu, suka pura-pura…” Katanya sambil mencubit pinggangku pelan. Aku tidak berusaha menghindari cubitannya, malah aku pegang telapak tangannya yang halus dan meremasnya dengan gemas. bu Netty balas meremas tanganku, sambil memandangiku lekat-lekat. cerita sex SMA.

Akhirnya kami sampai pada satu rumah kecil, agak jauh dari rumah-rumah lain. Sepertinya rumah kontrakan, karena tidak terlihat tambahan ornamen bangunan pada rumah tersebut. Bu Netty membuka tasnya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu. “Bud, masuklah. Lepas sepatumu di dalam, tutup dan kunci kembali pintunya!” Perintahnya cepat. Aku turuti permintaannya tanpa banyak bertanya. Begitu sampai di dalam rumah, bu Netty menaruh tasnya di sebuah meja, masuk ke kamar tanpa menutup pintunya.

Aku hanya melihat, ketika dengan santainya dia melepaskan kancing bajunya, sehingga memperlihatkan BH-nya yang juga terbuat dari bahan katun berwarna putih, buah dadanya yang putih dan agak besar seperti tidak tertampung dan mencuat keluar dari BH tersebut, membuatnya semakin sexy, kemudian dia memanggilku. “Bud, tolong dong, lepasin pengaitnya…” katanya sambil membelakangiku. cerita sex SMA.

Aku buka pengait tali BH-nya, dengan wajah panas dan hati berdebar-debar. Setelah BH-nya terlepas, dia membuka lemari, mengambil sebuah kaos T-shirt berwarna putih, kemudian memakainya, masih dengan posisi membelakangiku. T-shirt tersebut terlihat sangat ketat membungkus tubuhnya yang wangi.

Kemudian dia kembali meminta tolong padaku, kali ini dia minta dibukakan risleting roknya! Aku kembali dibuatnya berdebar-debar dan yang paling parah, aku mulai merasa selangkanganku basah. Kemaluanku berontak di dalam celana dalam yang rangkap dengan celana panjang SMA ku. cerita sex SMA.

Ketika dia membelakangiku, dengan cepat aku memperbaiki posisi kemaluanku dari luar celana agar tidak terjepit. Kemudian aku buka risleting rok ketatnya. Dengan perlahan dia menurunkan roknya, sehingga posisinya menungging di depanku. Aku memandangi pantatnya yang sexy dan sekarang tidak terbungkus rok, hanya mengenakan celana dalam putihnya, tanganku meraba pantat bu Netty dan sedikit meremasnya, gemas.

“Udah nggak sabar ya, Bud?” Kata bu Netty.
“Maaf, bu, habis bokong ibu sexy banget, jadi gemes saya….”
“Kalo di sini jangan panggil saya ‘bu’ lagi, panggil ‘teteh’ aja ya?”
“Iya bu, eh, teh Netty”

Konsentrasiku buyar melihat pemandangan di hadapanku saat ini, bu Netty dengan kaos T-shirt yang ketat, tanpa BH, sehingga puting susunya mencuat dari balik kaos putihnya, pusarnya yang sexy tidak tertutup, karena ukuran kaos T-shirt-nya yang pendek, celana dalam yang tadi pagi aku lihat dari jauh sekarang aku bisa lihat dengan jelas, gundukan di selangkangannya membuatku menelan ludah, pahanya yang putih mulus dan ramping membuat semuanya serasa dalam mimpi.

“Gimana Bud, suka nggak kamu?” Katanya sambil berkcak pinggang dan meliuk-liukkan pinggulnya.
“Kok kamu jadi bengong, Bud?” Lanjutnya sambil menghampiriku.

Aku terdiam terpaku memandanginya ketika dia memeluk leherku dan mencium bibirku, pada awalnya aku kaget dan tidak bereaksi, tapi tidak lama. Kemudian aku balas ciuman-ciumannya, dia melumat bibirku dengan rakusnya, aku balas lumatannya. cerita sex SMA.

“Mmmmmmmmmhhhhhhhhhhh….” Gumamnya ditengah ciuman-ciuman kami. Tidak lama kemudian tangan kanannya mengambil tangan kiriku dan menuntun tanganku ke arah payudaranya, aku dengan cepat menanggapi apa maunya, kuremas-remas dengan lembut payudaranya dan kupilin-pilin putingnya yang mulai mengeras. “Mmmmhhhh….mmmmmhhhhh” Kali ini dia merintih nikmat.

Aku usap-usap punggungnya, turun ke pinggangngya yang tidak tertutup oleh kaos T-shirtnya, aku lanjutkan mengusap dan meremas-remas pantatnya yang padat dan sexy, lalu kulanjutkan dengan menyelipkan jari tengahku ke belahan pantatnya, kugesek-gesek kearah dalam sehingga aku bisa menyentuh bibir vaginanya dari luar celana dalam yang dipakainya. Ternyata celana dalamnya sudah sangat basah. Sementara ciuman kami, berubah menjadi saling kulum lidah masing-masing bergantian, kadang-kadang tangannya menjambaki rambutku dengan gemas, tangannya yang lain melepas kancing baju sekolahku satu per satu.

Aku melepas pagutanku pada bibirnya dan membantunya melepas bajuku, kemudian kaos dalam ku, ikat pinggangku, aku perosotkan celana panjang abu-abuku dan celana dalam putihku sekaligus. Bu Netty pun melakukan hal yang sama, dengan sedikit terburu-buru melepas kaos T-shirtnya yang baru dia pakai beberapa saat yang lalu, dia perosotkan celana dalam putihnya, sehingga sekarang dia sudah telanjang bulat. cerita sex SMA.

Tubuhnya yang putih mulus dan sexy sangat menggiurkan. Hampir bersamaan kami selesai menelanjangi tubuh kami masing-masing, ketika aku menegakkan tubuh kembali, kami berdua sama-sama terpaku sejenak. Aku terpaku melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun. Aku sudah sering melihat tubuh telanjang, tetapi secara langsung dan berhadap-hapan baru kali itu aku mengalaminya.

Payudaranya yang sudah mengeras tampak kencang, ukurannya melebihi telapak tanganku, sejak tadi aku berusaha meremas seluruh bulatan itu, tapi tidak pernah berhasil, karena ukurannya yang cukup besar. Perutnya rata tidak tampak ada bagian yang berlemak sedikitpun. Pinggangnya ramping dan membulat sangat sexy. Selangkangannya di tumbuhi bulu-bulu yang sengaja tidak dicukur, hanya tumbuh sedikit di atas kemaluannya yang mengkilap karena basah. cerita sex SMA.

Tubuh telanjang yang pernah aku lihat paling-paling dari gambar-gambar porno, blue film atau paling nyata tubuh ABG tetanggaku yang aku intip kamarnya, sehingga tidak begitu jelas dan kulakukan cepat-cepat karena takut ketahuan. Kebiasaan mengintipku tidak berlangsung lama karena pada dasarnya aku tidak suka mengintip.

Sementara bu Netty memandang lekat kemaluanku yang sudah tegang dan mengeras, pangkalnya di tumbuhi bulu-bulu kasar, bahkan ada banyak bulu yang tumbuh di batang kemaluanku. Ukurannya cukup besar dan panjangnya belasan centi. “Bud, punyamu lumayan juga, besar dan panjang, ada bulunya lagi di batangnya” katanya sambil menghampiriku.

Jarak kami tidak begitu jauh sehingga dengan cepat dia sudah meraih kemaluanku, sambil berlutut dia meremas-remas batang kemaluanku sambil mengocok-ngocoknya lembut dan berikutnya kepala kemaluanku sudah dikulumnya. Tubuhku mengejang mendapat emutan seperti itu. cerita sex SMA.

Oooohhhh…. enak teh….” rintihku pelan. Dia semakin bersemangat dengan kuluman dan kocokan-kocokannya pada kemaluanku, sementara aku semakin blingsatan akibat perbuatannya itu. Kadang dimasukkannya kemaluanku sampai ke dalam tenggorokannya. Kepalanya dia maju mundurkan, sehingga kemaluanku keluar masuk dari mulutnya, sambil dihisap-hisap dengan rakus.

Aku semakin tidak tahan dan akhirnya…, jebol juga pertahananku. Spermaku menyemprot ke dalam mulutnya yang langsung dia sedot dan dia telan, sehingga tidak ada satu tetespun yang menetes ke lantai, memberiku sensasi yang luar biasa. Rasanya jauh lebih nikmat daripada waktu aku masturbasi. cerita sex SMA.

“Aaaahhhh… ooooohhhhh…. teteeeeehhhhh!” Teriakku tak tertahankan lagi.
“Gimana? enak Bud?” Tanyanya setelah dia sedot tetesan terakhir dari kemaluanku.
“Enak banget teh, jauh lebih enak daripada ngocok sendiri” jawabku puas.
“Gantian dong teh, saya pengen ngerasain punya teteh” lanjutku sedikit memohon.
“Boleh…,” katanya sambil menuju tempat tidur, kemudian dia merebahkan dirinya di atas ranjang yang rendah, kakinya masih terjulur ke lantai. Aku langsung berlutut di depannya, kuciumi selangkangannya dengan bibirku, tanganku meraih kedua payudaranya, kuremas-remas lembut dan kupilin-pilin pelan puting payudaranya yang sudah mengeras.

Dia mulai mengeluarkan rintihan-rintihan perlahan. Sementara mulutku menghisap, memilin, menjilat vaginanya yang semakin lama semakin basah. Aku permainkan clitorisnya dengan lidahku dan ku emut-emut dengan bibirku.

Aaaaaahhhhh… ooooohhhhhh, Buuuuddddhyyyyy…, aku sudah tidak tahan, aaaaauuuuuhhhhhh!” Rintihannya semakin lama semakin keras. Aku sedikit kuatir kalau ada tetangganya yang mendengar rintihan-rintihan nikmat tersebut.

Tetapi karena aku juga didera nafsu, sehingga akhirnya aku tidak terlalu memperdulikannya. Hingga satu saat aku merasakan tubuhnya mengejang, kemudian aku merasakan semburan cairan hangat di mulutku, aku hisap sebisaku semuanya, aku telan dan aku nikmati dengan rakus, tetes demi tetes.

Kakinya yang tadinya menjuntai ke lantai, kini kedua pahanya mengapit kepalaku dengan ketat, kedua tangannya menekan kepalaku supaya lebih lekat lagi menempel di selangkangannya, membuatku sulit bernafas. Tanganku yang sebelumnya bergerilya di kedua payudaranya kini meremas-remas dan mengusap-usap pahanya yang ada di atas pundakku. cerita sex SMA.

“Bud, kamu hebat, bikin aku orgasme sampai kelojotan begini, belajar darimana?” Tanyanya. Aku tidak menjawab, hanya tersenyum. Aku memang banyak membaca tentang hubungan sexual, dari majalah, buku dan internet. Sementara itu kemaluanku sudah sejak tadi menegang lagi karena terangsang dengan rintihan-rintihan nikmatnya bu Netty. Akupun berdiri, memposisikan kemaluanku didepan mulut vaginanya yang masih berkedut dan tampak basah serta licin itu.

“Aku masukin ya teh?” Tanyaku, tanpa menunggu jawaban darinya, aku melumat bibirnya yang merekah menanti kedatangan bibirku.
Oooohhhh…” rintihnya,

“Aaaahhhh…” kubalas dengan rintihan yang sama nikmatnya, ketika kemaluanku menembus masuk ke dalam vaginanya, hilanglah keperjakaanku. Kenikmatan tiada tara aku rasakan, ketika batang kemaluanku masuk seluruhnya, bergesekan dengan dinding vagina yang lembut, hingga ke pangkalnya. Bu Netty merintih semakin kencang ketika bulu kemaluanku yang tumbuh di batang kemaluanku menggesek bibir vagina dan clitorisnya, matanya setengah terpejam mulutnya menganga, nafasnya mulai tersenggal-senggal.

“Ahh-ahh-ahh auuuu!” Kutarik lagi kemaluanku perlahan, sampai kepalanya hampir keluar.

Kumasukkan lagi perlahan, sementara rintihannya selalu di tambah teriakan kecil, setiap kali pangkal batang kemaluanku menghantam bibir vagina dan clitorisnya. Gerakanku semakin lama semakin cepat, bibirku bergantian antara melumat bibirnya, atau menghisap puting payudaranya kiri dan kanan.

Teriakan-teriakannya semakin menggila, kepalanya dia tolehkan kekiri dan kekanan membuatku hanya bisa menghisap puting payudaranya saja, tidak bisa lagi melumat bibirnya yang sexy. cerita sex SMA.

Sementara itu pinggulnya dia angkat setiap kali aku menghunjamkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang kini sudah sangat basah, sampai akhirnya, “Buuudddhhyyyyyy…. aku mau keluar lagiiiiii… oooohhhhhh… aaahhhhh” teriakannya semakin kacau.

Aku memperhatikan dengan puas, saat dia mengejan seperti menahan sesuatu, vaginanya kembali banjir seperti saat dia orgasme di mulutku. Aku memang sengaja mengontrol diriku untuk tidak orgasme, hal ini aku pelajari dengan seksama, walaupun aku belum pernah melakukan ML sebelum itu. Bu Netty sendiri heran dengan kemampuan kontrol diriku. cerita sex SMA.

Setelah dia melambung dengan orgasme-orgasmenya yang susul- menyusul, aku cabut kemaluanku yang masih perkasa dan keras. Aku memberinya waktu beberapa saat untuk mengatur nafasnya. Kemudian aku memintanya menungging, dia dengan senang hati melakukannya. Kembali kami tenggelam dalam permainan yang panas.

Sekali lagi aku membuatnya mendapatkan orgasme yang berkepanjangan seakan tiada habisnya, aku sendiri karena sudah cukup lelah, kupercepat gerakanku untuk mengejar ketinggalanku menuju puncak kenikmatan. Akhirnya menyemburlah spermaku, yang sejak tadi aku tahan, saking lemasnya dia dengan pasrah tengkurap diatas perutnya, aku menjatuhkan diriku berbaring di sebelahnya. cerita sex SMA.

Sejak kejadian hari itu, aku sudah tidak lagi melakukan masturbasi, tapi kami ML setiap kali kami menginginkannya. Ketika aku tanya mengapa dia memilihku, dia menjawab, karena aku mirip dengan pacar pertamanya, yang membuatnya kehilangan mahkotanya, sewaktu masih SMA. Tapi bedanya, katanya lagi, aku lebih tahan lama saat bercinta (bukan GR lho).

Saat kutanya, apa tidak takut hamil?, dengan santai dia menjawab, bahwa dia sudah rutin disuntik setiap 3 bulan.

KEJUTAN, LIVERPOOL BERSEDIA JUAL COUTINHO KE BARCELONA

                                                                          COUTINHO
Liverpool - Liverpool rupanya sudah siap kehilangan pemain bintangnya, Philippe Coutinho. Gelandang serang asal Brasil itu bakal dilepas ke Barcelona, Janauri 2018.

Barcelona terus memburu tanda tangan Coutinho selama dibukannya jendela transfer musim panas 2017. Namun, hingga saat ini kesepakatan gagal terealisasi karena manajemen Liverpool bersikukuh enggan melepas gelandang Brasil tersebut.

Akan tetapi, para petinggi Liverpool kabarnya mencoba melunak. Mereka akan melego Coutinho andai ada tawaran yang datang setidaknya sebesar 130 juta euro atau sekitar Rp 2,05 triliun.

Menurut media-media Inggris, pihak manajemen akan memberikan semua uang hasil penjualan Coutinho kepada manajer Jurgen Klop untuk memperkuat skuat, terutama di barisan pertahanan.

Liverpool dalam sorotan karena menunjukkan kualitas pertahanan negatif. Dari tujuh laga terakhir Premier League musim ini, Jordan Henderson dan kawan-kawan telah kebobolan 14 gol.

Bek Southampton, Virgil van Dijk, diberitakan akan menjadi buruan utama Klopp andai Coutinho angkat kaki dari Liverpool. Pemain bertahan Belanda itu kabarnya dibanderol dengan harga 70 juta poundsterling (Rp 1,25 triliun) saat ini.

MENYANYIKAN LAGU KESUKAAN PASIEN SEKARAT,PERAWAT INI TUAI PUJIAN

                                                 FOTO PASIEN DI NYANYIKAN LAGU

1.POKER
Seorang perawat dari Nashville dipuji sebagai malaikat setelah menyanyikan lagu favorit pasien kanker yang sekarat. Aksi perawat bernama Olivia Neufleder di Vanderbilt University Medical Center itu terekam dalam video yang kemudian tersebar di media sosial.

2.BANDAR POKER
Dalam video itu, Olivia menyanyikan lagu "Dancing in the Sky" untuk Margaret Smith (63). Smith baru saja dirawat di rumah sakit menyusul penurunan kesehatan yang amat cepat. Ia telah berperang melawan kanker hati selama setahun sampai dokter mengatakan padanya bahwa ia terlalu lemah untuk bertahan menjalani transplantasi hati.

3.DOMINO99
"Terasa begitu damai saat aku menyanyikan lagu favoritnya. Ia juga mengatakan padaku bahwa lagu itu adalah lagu yang ingin dimainkan di pemakamannya nanti," ujar Olivia dalam sebuah wawancara dengan News Channel 5.

4.BANDARQ
Menurut Olivia, ia ingin Smith merasa bahwa ia dicintai bahkan jika keluarganya tak ada di sana. Ia juga baru saja kehilangan neneknya dan wanita itu juga bernyanyi untuk neneknya yang sekarat.

5.ADUQ
Seorang teman Smith yang merekam momen mengharukan itu menunjukkan saat-saat terakhir Smith. Wanita tua itu terlihat begitu damai saat mendengar Olivia menyanyi.

6.CAPSASUSUN
Dia adalah perawat paling manis yang pernah saya temui. Saat Smith meminta dia menyanyi, sebagai perawat yang sibuk ia tidak menolak," tulis teman Smith

7.SAKONG
Aksi Olivia tersebut menuai pujian dari warganet. Menurut mereka, apa yang dilakukan Olivia bukanlah termasuk bagian dari pekerjaan perawat. Karena itulah, ketulusan Olivia patut diacungi jempol. Smith akhirnya meninggal pada 25 Oktober, meninggalkan seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki yang kini berusia 20-an.

Senin, 30 Oktober 2017

MAGIS,PILKADES DI CIREBON DI WARNAI PERANG ANTAR DUKUN


Di beberapa daerah di Indonesia, peran paranormal, orang pintar atau dukun masih dianggap penting bagi masyarakat maupun instansi. Tidak hanya itu, peran dukun juga dianggap berpengaruh dalam melancarkan kepentingan seseorang. Seperti yang terjadi pada pilihan kepala desa (pilkades) di Cirebon.

Terhitung 102 desa di Kabupaten Cirebon menggelar pilkades atau kuwu secara serentak. Seperti umumnya pilkada, calon kuwu melakukan berbagai manuver politik mereka untuk mengambil simpati warganya.

Termasuk, menggunakan jasa dukun dalam upaya memenangkan suara pada pemilihan tersebut. Suasana berbeda terjadi para pemilihan kuwu atau kepala desa.

Sejak Sabtu, 31 Oktober 2017, proses pilkades semakin panas. Bukan hanya rentan ricuh, dalam pemilihan kuwu tersebut dipenuhi suasana magis.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Suranenggala, Kecamatan Suranengala, Kabupaten Cirebon. Di desanya, warga selalu menggelar ritual yang oleh masyarakat setempat disebut Damar.

"Ritual damar dari dulu sudah dilakukan oleh sesepuh menjelang pemilihan kuwu. Biasanya dilakukan sejak sore hingga pagi di saat hari pencoblosan," ujar Sadidin, warga Desa Suranenggala yang  Suranenggala Kabupaten Cirebon, Senin (31/10/2017).

Dalam ritual Damar sendiri semua calon kuwu membakar kemenyan lengkap dengan sesajen yang disediakan di suatu ruangan.

Calon kuwu juga biasanya memiliki dukun pilihan sendiri untuk menggelar ritual tersebut. Ritual tersebut dilakukan tiap malam sebelum pemilihan.

"Hal itu juga bisa menjadi media gaib. Kuwu yang akan menang biasanya ditandai dengan nyala api yang lebih besar dibanding yang lain," ujar dia.

CHELSEA DILARANG BUAT KESALAHAN LAGI DI LIGA!!


Bek serba bisa Chelsea Cesar Azpilicueta meminta rekan-rekannya agar tidak lagi membuat kesalahan agar peluang juara mereka di musim ini tetap terjaga.

Musim lalu, Chelsea tampil mengesankan meski musim itu merupakan musim perdana Antonio Conte. Di sepanjang kompetisi The Blues menang 30 kali, imbang tiga kali dan kalah lima kali saja dan mereka pun berhasil jadi juara liga.

Akan tetapi di musim ini skuat The Blues sudah menelan tiga kekalahan dari 10 pertandingan. Akibatnya, kini mereka tertinggal sembilan poin dari Manchester City yang ada di posisi perdana dan empat poin dari Manchester United yang ada di posisi kedua klasemen.

Menurut Azpilicueta, tiga kekalahan itu sudah cukup bagi klub sekelas Chelsea saat ini. Yang terpenting menurutnya adalah pada saat ini rekan-rekannya wajib belajar dari tiga pertandingan tersebut dan mencegahnya terulang lagi.

Kami sudah mengalami kekalahan di tiga pertandingan, dan tak boleh ada ruang untuk berbuat kesalahan," tegasnya seperti dilansir Dailystar.

"Kami harus tetap meraih kemenangan," sambung Azpilicueta.

Di pertandingan berikutnya di matchday 11 Premier League, Chelsea akan menjalani pertandingan maha berat. Mereka harus menjamu MU di Stamford Bridge, 5 November 2017 mendatang

NIKMATNYA DI ORAL BIARAWATY


talia, mereka bertiga punya kesibukannya masing-masing. Suster Angela yang seorang Kepala Sekolah SMA yayasan Katolik lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah selain melakukan pelayanan gereja atau berkunjung ke rumah-rumah umat di lingkungan paroki.

Suster Anna yang sudah berumur pun tak kalah sibuk memberikan pelayanan gereja, pelayanan umat, dan sering melakukan ziarah ke tempat-tempat yang disucikan oleh umat Katolik baik di dalam maupun luar kota karena diminta umat untuk menjadi pembimbing rohani. Sedangkan suster Natalia yang lebih banyak tinggal di susteran bisa disebut masih baru di lingkungan paroki kami. Tugas pokok suster Natalia selain melayani gereja adalah sebagai guru agama di sekolahku. Selain belum lama ditugaskan di paroki ini suster Natalia juga tidak memiliki sepeda motor seperti Suster Angela dalam beraktifitas,hanya kegiatan yang benar dirasa perlu saja yang bisa dihadiri olehnya sehingga praktis beliau lebih banyak tinggal sendirian di susteran.

“Suster sedih mendengarnya Bob, pasti kamu sangat merindukan kedua orangtuamu ya?” tanya suster sambil mendekatkan dirinya dengan posisi tubuh yang mengarah padaku sambil mengusapkan tangannya di rambutku.

“Iya suster…” jawabku singkat.
Belaian tangan suster di kepalaku saat itu membuat tubuhku tiba-tiba merinding seperti tersengat listrik meski hanya hitungan detik.

Aku refleks melihat wajah suster Natalia yang saat itu duduk disampingku, ingin rasanya kudekatkan wajahku dan mencium bibir tipisnya, ooohhhh…

Kemudian beliau menarik tangannya dari kepalaku dan merubah posisi duduknya sambil menghela nafas panjang. Kepalanya menengadah keatas cukup lama dan saat itu pula kulihat matanya berkaca-kaca.

“Suster kenapa? Apa ada perkataanku yg salah?” tanyaku penasaran.
“Ga kog Bob, ga ada yg salah dengan ucapnmu” jawabnya sambil menyeka air matanya yg menetes di sudut matanya dengan jarinya.

“Suster hanya …. ” suster Natali menghentikan kata-katanya sambil menarik nafas dalam-dalam.
“Bobby minta maaf kalau ada salah, maaf sudah bikin suster sedih dengan cerita Bobby…” ucapku.
“Enggak kog Bob, kamu ga salah …. Suster sedih karena teringat orang tua di NTT … Saat ini Ibu suster sedang sakit parah dan dirawat di rumah sakit ….” jawabnya.
“owh … maaf suster, Bobby gak tahu …” ucapku.

Ingin sekali suster bisa pulang tapi suster belum bisa ….” ucapnya lagi.
“Sabar ya suster ….” kataku. Entah kenapa aku tiba-tiba berani meraih dan menggenggam tangan suster Natalia.

“Yang penting sekarang kita doakan ibu suster agar kondisinya semakin membaik, kita doakan juga saudara-saudara disana agar senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan dalam merawat ibu suster….” ucapku mencoba menenangkan suster.
Seketika itu pula suster Natalia melepaskan tangannya dari genggamanku dan memelukku dari samping dengan erat.

“Terima kasih Bobby…. kamu baik sekali …. selama ini suster sudah salah menilaimu …” katanya.
Mendapat perlakuan itu, jantungku serasa berhenti berdetak ditambah toket suster Natalia menempel di lenganku, meski memang saat itu masih terhalang oleh baju yang kami kenakan. Rasa empati yang ada dalam diriku berubah drastis menjadi nafsu yang berkobar saat gundukan kenyal yang samar tergambar dalam otakku, tonjolan bulat berukuran sedang namun padat dan kencang itu lembut menekan lengan kiriku. Dalam hitungan detik suster Natalia sudah melepaskan pelukannya saat aku masih berusaha untuk menikmatinya.

“Ma..maaf Bob…suster terbawa suasana” katanya terbata-bata dan kembali memperbaiki posisi duduknya.
“Gapapa suster … ” jawabku meski sebenarnya aku sangat bersedia memberikan tubuhku sebagai tempat pelampiasan emosinya.

Sesaat kemudian kami berdua sama-sama terdiam, entah apa yang ada di pikiran suster saat itu namun dalam benakku hanyalah kelembutan toketnya yang masih saja terngiang.
“Udah hampir malam Bob, sebaiknya kamu pulang” ucap suster.

“Lalu bagaimana dengan hukuman atas kesalahanku di kelas tadi sus” tanyaku.
“Tidak ada hukuman buat kamu, suster hanya minta kamu lebih konsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam belajar … dan sekarang suster ingin berdoa sendiri untuk kesembuhan ibu …” ucap suster.
“Baik suster, kalau begitu Bobby pamit …”

“Terima kasih ya Bob, berhati-hatilah di jalan …”
Aku menganggukkan kepala dan membalikan badan menuju pintu keluar..

“Bobby … ” panggilnya sembari berjalan mengikutiku keluar.
“Tolong jangan ceritakan kejadian tadi pada siapapun” pesannya.
“Dan satu lagi, kapanpun kamu mau, kamu boleh datang kesini….” imbuhnya.
“Iya suster, Bobby pamit …”

Semenjak saat itu hubunganku dengan suster Natalia semakin membaik, di kemudian hari saat aku berpamitan pada kakek nenek untuk berkunjung ke susteran, justru nenek acapkali menitipkan makanan atau lauk pauk untuk para suster disana. Memang hal ini tak lazim jika dilakukan oleh remaja khususnya cowok seumuranku, namun aku tak peduli, berbagai alasan kugunakan agar aku bisa selalu dekat dengan suster kesayanganku itu.

Mulai dari mendapatkan hukuman, pendalaman imanku, atau alasan memberikan pelayanan dan pengabdian pada gereja, (gereja dalam arti luas). Begitu pula dengan suster Natalia, aku yakin beliau pasti melakukan hal yang sama pada suster lainya, lingkungan atau umat yang mungkin melihatku mondar-mandir di susteran itu. Memang tak sering dan tak banyak yang bisa kulakukan disana, misalnya seperti membersihkan halaman susteran, menyapu dan mengepel lantai atau berkonsultasi mengenai masalah keagamaan dan semua itu kulakukan dengan tanpa terpaksa.

Ini merasakan ini merupakan hubungan yang aneh tapi entah kenapa masih saja kujalani dan begitupun kurasakan dengan suster Natalia. Hubungan kami tak lagi seperti seorang murid kepada gurunya atau seorang rohaniawan dengan umatnya. Kami sudah seperti sahabat, bahkan seperti

sepasang remaja yang menyimpan perasaan satu sama lain, apakah dia menyimpan persaan yg sama seperti yg kurasakan? Hingga pada suatu waktu,

“Bobby bisakah kamu mengantar suster ke goa tritis hari minggu besuk?”
“Bisa suster, emangnya ada acara apa disana?”

“Ga ada acara khusus sih, suster hanya ingin ziarah dan melakukan doa pribadi saja”
Hari minggu akhirnya kami berangkat ziarah. Rencananya memang sepulang dari misa di gereja langsung bertolak ke tempat ziarah, namun karena awal musim hujan yang membuat cuaca jadi kurang bisa ditentukan. Terkadang hujan tiba-tiba datang dan berhenti tanpa bisa dikehendaki, sama seperti pada hari itu. Sedari pagi hujan mengguyur kota kami, meskipun tidak terlalu lebat namun berlangsung cukup lama. Kami bahkan sudah berencana membatalkan tujuan saat itu, sekali lagi entah kenapa sepertinya ada rasa yang menggebu membuat aku dan suster Natalia tetap berangkat kesana saat hujan mulai reda.

Mobil Toyota Starlet yang kukendarai sudah sampai di area parkir goa tritis. Meski begitu perjalanan belum selesai karena memang untuk mencapai tempat itu harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui jalan setapak terjal dan naik turun perbukitan. Di perjalanan, aku bak seorang pangeran yang sedang menikmati keindahan alam bersama seorang putri yang cantik jelita saat itu. Betapa tidak,

nanyian merdu suara alam seolah mengiringi perjalanan kami melintasi jalan bebatuan yang terjal dan licin di tempat itu. Sesekali aku dengan sigap meraih tangan suster Natalia yang kesulitan melangkahkan kaki di bebatuan terjal atau tanjakan curam, bahkan kami sempat beberapa kali terbawa suasana hingga lupa melepaskan tangan. Nafsu birahi yang biasanya memuncak saat membayangkan suster Natalia menemaniku beronani, kini ditambahi dengan perasaan aneh yang belum pernah aku rasakan. Detak jantung yang berdegup semakin kencang dan nafasku pun tak beraturan. Oh… apakah ini yang dinamakan dengan cinta?

Sampai di goa tritis kulihat masih ada beberapa pengunjung yang melakukan doa disana. Tak ketinggalan kamipun berdoa bersama, meskipun kemudian suster Natalia mempersilahkan aku untuk menunggunya sebentar karena beliau ingin memanjatkan doa-doa khususnya secara pribadi.

Aku berjalan-jalan mengitari mulut goa sambil menyalakan sebatang rokok sambil menunggu suster Natalia selesai dengan doanya. Suster Natalia memang tahu kalau aku merokok namun beliau tidak pernah lagi memarahiku, hanya terkadang menasehatiku akan bahaya rokok, atau soal uang pembelian rokok yang lebih baik kutabung . Hubungan kami benar-benar sudah sampai pada titik dimana kami bisa menerima kekurangan masing-masing.

Hari sudah semakin sore dan rintik hujan sudah mulai turun, aku bergegas memperingatkan suster Natalia untuk segera menyelesaikan doanya dan segera turun dari bukit. Hanya tinggal kami berdua yang masih ada di dalam goa dan kami putuskan untuk segera pulang. Hujan kembali turun dengan derasnya memaksa kami harus berdekapan dibawah payung lipat yang sudah disiapkan oleh suster Natalia. Seharusnya aku bisa menikmati ini, namun hujan yang semakin deras memaksaku untuk lebih berkonsentrasi dengan jalanan yang tidak bersahabat hingga kuputuskan untuk berteduh di sebuah aula tak jauh dari goa itu. Suasana yang sunyi ditambah hembusan angin yang kencang menerpa tubuh kami yang sedikit basah terkena hujan, membuat kami berdiri berhimpitan di teras aula itu.
“Suster, sebaiknya kita berteduh sambil menunggu hujan mereda …” kataku mencoba memecah keheningan saat itu.

“Iya Bob…” jawabnya menggigil dengan tangan yang disilangkan di dadanya seolah mencoba menghangatkan tubuhnya sendiri.
Secara refleks kutelusupkan tangan kananku diantara punggung suster Natalia dengan dinding aula yang dingin. Kugenggam tangan kanannya dan kuelus perlahan sembari berkata,
“Maaf suster, Bobby kasian melihat suster kedingan seperti ini” ucapku.

Suster Natalia tidak merespon kata-kataku, hanya kulihat matanya mengerling kepadaku. Suster Natalia hanya menatap ke depan, sesekali meringkuk menundukkan kepala menahan dingin yang menerpa kami sore itu. Ingin rasanya kudekatkan wajahku dan kukecup pipinya, namun saat itu aku masih ragu-ragu. Hingga akhirnya aku sudah merasa tak kuasa mengungkapkan peasaanku kepadanya.
“Suster, Bobby sayang banget sama suster” kataku memberanikan diri.
Kemudian Suster Natalia memalingkan wajahnya kearahku, namun beliau hanya diam saat bertatapan dalam jarak yang sangat dekat.

“Aku juga sayang sama kamu Bobby” balasnya. Selang beberapa saat suster Natalia membuka bibirnya, meski saat itu ia menundukan kepalanya saat mengungkapkan rasa sayangnya kepadaku.
Bagai melayang diudara saat itu, entah hujan atau setan penunggu bukit inipun seolah akan mampu aku hadapi nanti, yang penting saat ini aku bisa berlama-lama dengan pujaan hatiku.

Terima kasih suster” ucapku. Aku mengusap lengan kanannya dan sesekali kuremas lembut.
Kami berdua larut dalam suasa hening, jantungku berdesir. Sesekali kami salig bertatapan kemudian memalingkan muka. Hingga kuberanikan diri mendekatkan wajahku dan mengecup bibirnya. Suster Natalia tak menolak, namun ia hanya menundukkan kepalanya. Aku semakin berani dan kuubah posisiku hingga kami saling berhadapan. Suster Natalia menatapku dan kami kembali saling berciuman. Kali ini suster Natalia mencoba membalas ciuamku, bibir dan lidah kami saling berpagutan seolah ingin saling menunjukan kedalaman cinta kami satu-sama lain. Aku yang memang sudah terbiasa bermain cinta dengan pacar-pacarku, ditambah dengan referensi film biru yang sering kutonton, membuatku tak puas dengan hal itu. Kontolku yang sudah tegang saat kami saling berpelukan di bawah payung, menjadi semakin besar dan mengeras mendesak suster Natalia.

Kuusapkan tanganku di punggungnya sambil kami tetap saling berpagutan, sesekali kuturunkan hingga mengenai pantatnya yang memang benar kencang seperti bayanganku selama ini. Sampai hingga saat aku hendak menyingkapka roknya, suster Natalia melepaskan ciumannya dan kemudian mendorongku agar menjauh sambil berkata,

“Jangan Bobby, kita sudah terlalu jauh dan aku rasa kita sudah sangat salah dan berdosa”
Emosiku bergejolak saat itu, akal sehatku justru semakin hilang saat kudengar kata-kata suster Natalia itu.

“Tapi suster, Bobby benar2 sayang sama suster” ucapku menyakinkan.
“Aku tau dan aku pun juga sayang sama kamu tapi…” ucapnya terpotong.
Aku kembali mendekatinya dan kupeluk tubuh suster Natalia.

“Suster, ijinkan Bobby menunjukan rasa sayang Bobby kepada suster, setidaknya untuk sekali ini saja suster” ucapku memohon.

Entah setan apa yang merasukiku sehingga kata-kata itu tiba-tiba keluar dari mulut. Mata kami kembali beradu seketika bibir kami pun juga kembali berpagutan. Kutarik tangan kanan suster Natalia yg masih terasa ragu menelusup ke dalam celana jeansku, masih terasa susah karena kami juga masih menikmati lidah kami yang juga saling beradu. Dengan sigap kubuka kancing dan retsliting celanaku hingga kontolku pun terbebas mengacung meski masih dalam genggaman tangan suster Natalia. Kubimbing tangannya untuk mengocok kontolku yang besar dan panjang itu.

Sementara aku masih berkonsentrasi dengan bibirnya, sesekali kuremas toketnya dari luar bajunya. Hingga saat kocokan tangannya kurasakan semakin berirama, kutekan kedua bahunya kebawah. Suster Natalia sepertinya sudah sedikit paham dengan maksudku. Ia sudah dalam posisi berlutut dan dihadapannya sudah mengacung kontolku yang tegak mengacung, kepalanya menengadah dan kedua bola matanya menatapku dalam-dalam.

Tanpa kata-kata seolah-olah dia tahu apa yang harus dikerjakan saat kugerakkan pantatku perlahan hingga ujung kontolku menyentuh bibirnya. Bibirnya yang tipis perlahan terbuka seolah mempersilahkan kontolku merasakan kehangatan mulutnya. Perlahan kepalanya mulai bergerak maju-mundur dengan penuh perasaan,”Plooop..ploop…slurppp…”

“Aaahh..terus suster sayang…enak banget sus…aaahhhh…” desahku sekenannya sementara sesekali kulihat suster kesayanganku sudah mulai mahir memijat kontol besarku dengan mulutnya .

“Oooohhh terus ssuusss…aku mau keluaaarrr…oohhh….” rancuku. Seketika itu suster Natalia semakin mempercepat kocokannya dan menyedot isi kontolku. Dan tak berapa lama,

“Croooorr…croot…crooot…” suster Natalia terkejut dan seketika melepaskan kontolku keluar dari mulutnya. Spermaku menyembur keluar membasahi mulut dan muka suster Natalia. Dia langsung mengelap sisa spermaku yg membasahi mukanya. Dia kembali berdiri dan berkata,

Iiiihh Bobby kamu jahat”. Aku hanya tersenyum dan membenahi celanaku lagi. Kudekap tubuh kekasihku itu dan kukecup keningnya, kamipun kembali berpelukan sambil menunggu hujan reda di tengah hutan itu.

LUCUNYA TINGKAH HEWAN RAYAKAN HALLOWEEN DENGAN BUAH LABU

Seekor lemur mencari makanan di dalam buah labu yang diukir, beberapa hari sebelum perayaan Halloween, di kebun binatang Dierenpark





Seekor lemur mencari makanan di dalam buah labu yang diukir, beberapa hari sebelum perayaan Halloween, di kebun binatang Dierenpark,

Kawaanan Meerkat mencari makanan di dalam buah labu yang diukir, beberapa hari sebelum perayaan Halloween, di kebun binatang Hannovera

Kawanan Meerkat mencari makanan di dalam buah labu yang diukir, beberapa hari sebelum perayaan Halloween, di kebun binatang Hannover

Orang Mengamati buah labu yang diukir, beberapa hari sebelum perayaan Halloween, di kebun binatang Budapest, Hungaria

Sabtu, 28 Oktober 2017

TERLAMPIASNYA KESEPIANKU


 Wаktu itu tinggаllаh diriku dgn ѕеgаlа kеѕерiаn dаn kеѕunуiаn уg аdа. Jikа bаngun di раgi hаri, аԛu hаmрir ѕеlаlu tеrmеnung. Kеrаnа ѕuаѕаnа rumаh уg сukuр bеѕаr ѕеhinggа аktifitаѕ уg dikеrjаkаn реmbаntu реmbаntuku nуаriѕ tаk tеrdеngаr, араlаgi di dаlаm kаmаrku уg luаѕ. Mаlаm hаri рun ѕаmа, ѕеѕudаh реmbаntuku bеrаktifitаѕ mеrеkа ѕеgеrа реrgi tidur dаlаm wаktu уg biѕа dibilаng mаѕih ѕоrе. Hаnуа асаrа tеlеviѕi уg ѕеlаlu mеnеmаni, ituрun ѕudаh mеmbuаtku mаti kutu

Kеrаnа ѕеmuа асаrа ѕudаh аԛu hаfаl dаn ѕеmuа mеnjаdi tаk рunуа dауа tаrik lаgi. Aԛu mеnсоbа untuk mulаi bеrаktifitаѕ dgn tеtаnggа, аkаn tеtарi mеnjаdi реrсumа kеrаnа tеtаnggаԛu ѕеmuа ѕibuk dgn uruѕаn mаѕing – mаѕing. Kеrаnа ѕtrеѕ di rumаh, ѕuаtu hаri аԛu mеmutuѕkаn untuk реrgi kе rumаh ѕаhаbаtku Nikitа, di Jаkаrtа. Hаl itulаh уg mеmbuаt аԛu bеrubаh tоtаl dаn tеntunуа 180 dеrаjаt.

“Hаi Lеn, udаh tidur Bеlоm?”
“Bеlоm, lаgi nоntоn TV. Adа ара ? Kоԛ tumbеn lо mаlеm mаlеm nеlроn.”
“Gw lаgi ѕtrеѕѕ bаngеt nih, ѕеjаk аnаk-аnаk реrgi kе Singароrе di rumаh ѕерi bаngеt. Mаnа Bауu gаk рulаng-рulаng. Bоlеh gаk gw nginер di rumаh lо ?”

“Jеlаѕ bоlеhlаh, lо kауаk аmа ѕiара аjа. Kitа khаn udаh kауаk ѕоdаrа.”
“iуа tарi gw khаn tаԛut ngеgаnggu еlо ѕаmа ѕuаmi lо.” “it’ѕ оkе kоԛ, Rоnаld lаgi реrgi kе luаr kоtа mungkin 2 – 3 minggu lаgi bаru рulаng.”

“Yа udаh kаlо gitu, bеѕоk jеmрut gw di аirроrt уа. Gw nаеk реѕаwаt раMеrg раgi.”

“Okе, ntаr раgi gw ѕuruh ѕорir ѕtаndbу di bаndаrа.”
Itulаh реmbiсаrааn ѕingkаt dgn ѕаhаbаtku mаlаm ѕеBеlоm kеbеrаngkаtаnku.Sеwаktu mоbil bеrhеnti tераt di dераn рintu rumаh, ku lihаt Nikitа bеrgеgаѕ mеnghаmрiriku, lаlu kаmi bеrреlukаn ѕеmbаri bеrсiрikа сiрiki.

“Wаh wаh mаkin саntik dаn ѕеxу аjа nih” kаtа Nikitа ѕеmbаri mеnаtарku dаri аtаѕ ѕаmраi kе bаwаh.
“Ah, biаѕа аjа, lо ѕеndiri jugа оkе , ѕра di mаnа ? Gw реngеn di рijit nih biаr rеlаx.”

“Ah biѕа аjа dеh, gw сumа lulurаn аjа di rumаh. Kаlо сumа рijit ѕih, Indrа jugа biѕа. Yg ngеlulur еn mijitin аԛu khаn ѕi Indrа. Dо’i jаgо lhо, di jаmin kеtаgihаn dеh.
“Indrа .. ? Siара Indrа ?”

“Sорir рribаdi gw, уg tаdi ngеjеmрut lо. Sеkаrаng lо kе kаmаr, ntаr gw ѕuruh ѕi Indrа kе kаmаr lо”

“Tарi Lеn.., gw khаn mаlu. Mаѕаk уg mijit lаki-lаki, mаѕih mudа lаgi.”
“Udаh lо tеnаng аjа, ntаr gw tеmеnin dеh biаr lо nggаk riѕih”

Sеѕаmраinуа di kаmаr, аԛu bеrbаring ѕеjеnаk mеmbауаngkаn Indrа уg аkаn mеmijitku, mеnуеntuh bаgiаn-bаgiаn bаdаnku уg ѕudаh lаmа tаk diѕеntuh оlеh ѕuаmiku. Orаngnуа mаѕih mudа kirа-kirа umur 25 tаhun,

tinggi ѕеkitаr 170 сm, bеrаt ѕеkitаr 60 kg, bеrkulit ѕаwо mаtаng tарi bеrѕih ѕеhinggа mеmbеri kеѕаn mасhо, dgn rаmbut bеrроtоngаn rарi, ѕораn dаn rаmаh tеrlеbih ѕоrоt mаtаnуа уg tаjаm dаn rаhаng уg mеmbеrikаn kеѕаn gаgаh. Aраbilа dаlаm ѕеtеlаn ѕаfаrinуа, tеrlihаt ѕереrti ѕеоrаng bоdуguаrd. Sеhinggа аԛu mеrаѕаkаn аdа ѕuаtu dеѕirаn аnеh dаlаm diriku. Sереrti аdrеnаMеr уg bеrgеjоlаk, mеmbuаtku dаrаhku bеrgеjоlаk, dаn аԛu рun tеrbuаi dаlаm lаmunаnku ѕеndiri.
Tоk…tоk…tоk… ѕuаrа kеtukаn рintu mеmbuуаrkаn lаmunаnku.
“Siара ?”

“Indrа, bu.” Lаlu аԛuрun mеlаngkаh dаn mеmbukа рintu.
Ku lihаt Indrа ѕudаh bеrgаnti раkаiаn, dаri ѕеtеlаn ѕаfаri bеrgаnti dgn сеlаnа jеаnѕ dаn kаоѕ kеtаt tiрiѕ wаrnа рutih уg ѕеmаkin mеmреrlihаtkаn оtоt-оtоt lеngаnnуа уg kеkаr, jugа ѕix расk реrutnуа tеrlihаt mеnоnjоl. Aԛu ѕеmреt bеrрikir, kоԛ kауаk mоdеl iklаn ѕuѕu L-mеn, tаdi kауаk bоdу guаrd. Hеbаt jugа Nikitа nуаri ѕорir рribаdi, Drааn-Drааn diа ѕорir рluѕnуа Nikitа, tарi ѕеgеrа ku tерiѕ рikirаnku.
“Mаri mаѕuk, lhо.. bu Nikitа mаnа ?” tаdi ѕеdаng tеrimа tеlроn, ѕауа diѕuruh duluаn, jаwаb Indrа dgn ѕораn.

“Hm, уа udаh kаmu tunggu ѕеbеntаr ѕауа gаnti dulu.”
“iуа bu, реrmiѕi…,” jаwаbnуа.
Kеmudiаn аԛu рun bеrjаlаn kе kаmаr mаndi, ѕеѕudаh рintu ku tutuр, ku bukа раkаiаnku. Ku раndаng bаdаnku dаri kаса bеѕаr уg tеrlеtаk di аtаѕ wаѕtаfеl. Ku рutаr kе kiri dаn kе kаnаn, bеnаr jugа ара уg di kаtаkаn ѕаhаbаtku tаdi. Bаdаnku, wаlаuрun ѕudаh bеrаnаk duа mаѕih tеrlihаt ѕереrti iklаn Trорiсаnа Slim, mеmаng аgаk mоntоk ѕеdikit mеmbuаt tеrlihаt lеbih

Di umur уg hаmрir mеmаѕuki kераlа еmраt, dgn tinggi 169 сm dаn bеrаt 53 kg, di tunDrа dgn buаh dаdа 34 B, аԛu mаѕih tаk kаlаh dgn аnаk-аnаk rеmаjа ѕеkаrаng. Mаklumlаh аԛu ѕеring ѕра untuk mеngurаngi ѕtrеѕѕ уg ku аlаmi, tаk hеrаn jikа kulitku рun рutih muluѕ. Bаhkаn ѕеlulitku ѕudаh ku buаng mеlаlui ореrаѕi di Singароrе ѕеѕudаh аԛu mеlаhirkаn аnаk уg kеduа.

Lаlu kuреrhаtikаn wаjаhku, mеѕki аdа ѕеdikit kеriрut ѕаmаr di dаеrаh mаtа, tарi mеnurutku wаjаhku mаѕih сukuр саntik. Kеrаnа di kаlа аԛu реrgi ѕhоррing аtаu ѕеkеdаr jаlаn-jаlаn di mаll, bаnуаk lеlаki tеrmаѕuk rеmаjа mеlirik kе аrаhku, bаhkаn аdа di аntаrа mеrеkа bеrѕuit kе аrаhku. Ku lilitkаn hаnduk di ѕеkеliMеrg bаdаnku, lаlu kurарikаn rаmbutku, аԛu рun bеrjаlаn kе luаr.

Sеwаktu ku tutuр рintu kаmаr mаndi dаri luаr, Indrа bаngkit bеrdiri dаn mеnаtарku. Ku lihаt diа tеrраnа mеlihаtku уg hаnуа bеrbаlut ѕеlеmbаr hаnduk dgn rаmbut уg tеrgеrаi di bаhu.
“kеnара Drа ?”

“Eh, еnggаk bu. ibu tеrlihаt саntik ѕеkаli, miriр сеritа bidаdаri уg di filеm – filеm.”
“Ah, kаmu biѕа аjа Drа, рintеr ngеrауu. Udаh bеrара расаr уg kеnа аmа rауuаn kаmu?” kаtаԛu ѕеmbаri duduk di ѕрringbеd.
“Enggаk аdа bu, ѕауа gаk рunуа расаr. Dulu wаktu ѕmа реrnаh рunуа расаr, tарi раѕ luluѕ lаngѕung di nikаhin ѕаmа bараknуа. Bараknуа gаk mаu аnаknуа расаrаn ѕаmа оrаng miѕkin kауаk ѕауа. ibu mаu diрijit ѕеkаrаng ?”

“Ehm, bоlеh dеh” kаtаԛu ѕеmbаri bеrbаring. Indrа рun mеlаngkаh kе kаѕur ѕеmbаri mеmbukа tutuр bоdу lоtiоn. Pеrmiѕi bu, lаlu kurаѕаkаn tаngаn Indrа mеnуеntuh tеlараk kаkiku. Adа rаѕа gеli dаn nуаmаn ѕеwаktu Indrа mеmijit tеlараk kаkiku. Sеѕudаh bеbеrара mеnit, рijitаn mulаi nаik kе bеtiѕ dаn ѕеtеngаh раhаԛu, kеrаnа ѕераruh раhаԛu уg аtаѕ mаѕih tеrlilit hаnduk.

Hеm, bеnаr jugа уg dibilаng Nikitа, nуаmаn jugа рijitаnnуа. Tарi kоԛ Nikitа gаk nоngоl-nоngоl, ѕаhаbаtku itu kаdаng kаlо nеlроn biѕа bеr jаm-jаm lаmаnуа, раMеrg сераt 1 – 2 jаm. Ah tеrѕеrаhlаh, аԛu udаh gаk реduli kеrаnа tеrhаnуut dаlаm рijitаn-рijitаn Indrа, ѕеhinggа tаnра ѕаdаr аԛuрun tеrlеlар.Entаh ѕudаh bеrара mеnit, tibа-tibа аԛu mеrаѕа аdа уg mеmаnggilku. Bu..bu..Mеrrу

“уа, аdа ара” jаwаbku dаlаm kеаdааn ѕеtеngаh ѕаdаr.
“Mааf, ѕауа bukа hаnduknуа уа bu. Kаkinуа udаh ѕеlеѕаi diрijit, ѕеkаrаng mаu mijit рunggungnуа”
“Yа, ѕilаhkаn” jаwаbku ѕроntаn.

Sеwаktu tаngаn Indrа mеnуеntuh bаhu dаn рundаkku, kеѕаdаrаnku mulаi рulih. Aԛu tеringаt kеаdааn ѕааt ini, di mаnа Nikitа mаѕih Bеlоm ѕеlеѕаi mеnеrimа tеlероn. Sеdаngkаn аԛu hаnуа bеrduа dgn Indrа, ѕеdаngkаn bаdаnku hаnуа bаgiаn dераn уg tеrtutuр, kеrаnа аԛu bеrbаring tеngkurар, ѕеbаgiаn dаri buаh dаdаԛu уg tеrtеkаn раѕti tеrlihаt.

Kisah Bokep Terlampiasnya kesepianku – Bеrbаgаi реrаѕааn tеrbеrѕit dаlаm hаtiku, kеrаnа ini реngаlаmаn реrtаmаԛu diѕеntuh оlеh lеlаki ѕеlаin ѕwаmiku. Biаѕаnуа аԛu ѕеlаlu diрijit оlеh Drаitа, hаl inilаh уg mеmbuаtku mеnоlаk ѕааt ѕаhаbаtku mеnуаrаnkаn Indrа untuk mеmijitku. Dgn реmijаt ѕеgаgаh Indrа, dаn jugа ѕеѕudаh ѕеkiаn lаmа аԛu Bеlоm mеlаԛukаn hubungаn intim hаl ini mеmbuаt hаtiku bеrdеbаr-dеbаr. Antаrа rаѕа mаlu dаn nарѕu уg mulаi mеnghinggарi diriku.

Hilаng ѕudаh rаѕа nуаmаn, bеrgаnti dgn реrаѕааn аnеh уg реrlаhаn munсul ѕеiring dgn рijаtаn Indrа. Sеhinggа ѕааt реrаѕааn аnеh itu ѕudаh mеnguаѕаi diriku, tаnра ѕаdаr аԛu mulаi mеndеѕiѕ kаlа tаngаn Indrа mеngеnаi dаеrаh-dаеrаh ѕеnѕitifku. Diа mеngurut dаri рinggul bаwаh kе аtаѕ, lаlu tаngаnnуа bеrаlih mеnuju рundаk, ѕеwаktu tаngаnnуа mеnуеntuh lеhеrku, аԛu lаngѕung mеnggеlinjаng аntаrа gеli dаn nарѕu. Kisah Bokep Terbaru

Di ѕitu mеruраkаn dаеrаh ѕеnѕitif kеduаԛu, di mаnа уg utаmа аdаlаh сlitоriѕku.Sеhinggа аԛu ѕеmаkin liаr mеndеѕiѕ dаn tаnра ѕаdаr аԛu bеrbаlik. Dgn nараѕ tеrѕеngаl-ѕеngаl ku bukа kеlораk mаtаԛu, kutаtар Indrа уg mеnаtарku dgn роѕiѕi bеrdiri diаtаѕ lututnуа. Ku lihаt реluhnуа bеrсuсurаn ѕеhinggа kаоѕnуа bаѕаh оlеh kеringаt, mеmbuаt bаdаnnуа jаdi ѕеmаkin ѕеxу. Aԛu ѕudаh kеhilаngаn аkаl ѕеhаtku, ѕеhinggа аԛu ѕudаh tаk ingаt lаgi bаhwа bаdаnku уg tеlаnDrа kini tеrраmраng jеlаѕ di hаdараn Indrа. Indrа рun ѕеоlаh mеngеrti аkаn kеаdааnku lаlu di аmbilnуа hаnduk уg tаdi mеlilit bаdаnku.

Di lарnуа kеringаt di wаjаh, lаlu ѕеwаktu diа mеmbukа kаоѕnуа lаngѕung аԛu аmbil hаnduk ditаngаnnуа. Ku ѕеkа kеringаtnуа ѕеmbаri kurаbа bаdаnnуа, kеrаnа bаdаn ѕwаmiku ѕаngаt bеrbеdа dgnnуа. Kurаbа dаdаnуа уg bidаng, lаlu tаngаn kiriku turun hinggа ѕix расknуа ѕеmbаri kuсiumi dаdаnуа. Sеdаngkаn tаngаn уg ѕаtu lаgi mеmbеlаi рunggungnуа уg jugа bеrоtоt.

Sеwаktu tаngаn kiriku mеrаih kаnсing сеlаnа jеаnѕ nуа, tаngаn kаnаnnуа mеnаngkар tаngаn kiriku, lаlu tаngаn kirinуа mеrаih рinggаngku. Sеmbаri mеnаrik рinggаngku kе аtаѕ, dilumаtnуа bibirku. Oоhh.. аԛu mеrаѕаkаn ѕеntuhаn уg bеrbеdа dаri уg реrnаh аԛu rаѕаkаn. Kubаlаѕ dgn mеlumаt bibir bаwаhnуа, lаlu kurаѕаkаn lidаhnуа mеnеrоbоѕ mаѕuk kе dаlаm mulutku, kаmi ѕаMеrg mеlumаt.

Lаlu di rеbаhkаnnуа аԛu, dаn diа mеmbukа kаnсing сеlаnаnуа. Pеmаndаngаn itu ѕungguh еrоtiѕ ѕеkаli di hаdараnku, аԛu bаngkit lаgi dаn ku еluѕ сеlаnа dаlаmnуа уg tеrlihаt kереnuhаn itu. Ku сium bаgiаn аtаѕnуа, tаk tеrсium bаu kеjаntаnаnnуа, kеlihаtаnnуа diа сukuр mеrаwаt miliknуа itu. Ku kесuр kераlаnуа ѕеmbаri ku реlоrоtkаn сеlаnа dаlаmnуа. Oоhh, gеlеgаk nарѕuku ѕеmаkin mеnggеlоrа.

Sеgеrа kumаѕukkаn bаtаngnуа kе dаlаm mulutku, ku ѕеdоt kеluаr mаѕuk, ku dеngаr rintihаnnуа уg mеmbuаtku ѕеmаkin раnаѕ. Sеwаktu ku lihаt kе аtаѕ, tаmраk diа tеrреjаm mеnikmаti ѕеdоtаnku. Sеѕudаh ku hiѕар ѕеlаmа kurаng lеbih ѕерuluh mеnit, Indrа mеnghеntikаn gеrаkаnku. Di lumаtnуа lаgi mulutku ѕеmbаri mеmbаringkаn аԛu di tеmраt tidur. Lаlu dilumаtnуа lеhеrku, ѕеhinggа аԛu kеmbаli mеnggеliаt liаr.

”Ekhѕ.., Drа…” Ku сеngkеrаm ѕрrеi tеmраt tidur, ѕеmеntаrа tаngаn уg ѕаtu lаgi mеnсеngkrаm рunggungnуа. Kеlihаtаnnуа Indrа ѕudаh mеngеtаhui kеlеmаhаnku, diа ѕеgеrа bеrрindаh untuk mеlumаt bukit kеmbаrku. Lidаhnуа mеlumаt hаbiѕ kеduа bukitku bеѕеrtа ujung ujungnуа.

Sеmеntаrа tаngаnnуа tеruѕ turun mеlunсur mеlаlui реrutku, ѕаmраi раdа bukit kесilku уg bеrrаmbut tiрiѕ уg kini ѕudаh ѕеmаkin bаѕаh. Aԛu mеmаng ѕеlаlu rаjin mеnсukur rаmbut kеmаluаnku, kеrаnа аԛu ѕukа mеmаkаi сеlаnа dаlаm G-ѕtring. Tаngаnnуа kini ѕudаh mеnсараi liраtаn kеmаluаnԛu, dаn tеrѕеntuhlаh сlitоriѕku. Aԛu lаngѕung tеrѕеntаk, ѕереrti tеrkеnа ѕеtrum ribuаn vоlt.

“аkhѕ….. Drа……” jеritku ѕеmbаri mеrеmаѕ rаmbutnуа. Sеmеntаrа tаngаn Indrа bеrmаin di ѕеlаngkаngаnku, lidаhnуа kini turun kе реrutku, bеrmаin ѕеbеntаr di ѕерutаr реrut lаlu kеmbаli turun kе kеmаluаnԛu. Kеduа bеlаh tаngаnnуа mеmеgаng kеduа bеlаh раhаԛu, ѕеmbаri di раndаnginуа kеmаluаn ku уg bаѕаh оlеh саirаn kеDrаitааnku.


“Kеmаluаn bu Mеrrу indаh ѕеkаli..” реrkаtааn itu ѕеаkаn mеmbеri ѕuntikаn gаirаh ѕеhinggа ku bеrkаtа dgn mеrintih
“ауо Drа.. Drааn di liаtin аjа” lаngѕung di bеnаmkаnnуа bibirnуа kе dаlаm kеmаluаn ku, ѕеmеntаrа hidungnуа mеngеnаi сlit ku, ѕеhinggа аԛu lаngѕung tеrѕеntаk mеndоngаk kе аtаѕ. Di julurkаnnуа lidаhnуа mеnуарu bаgiаn dаlаm kеmаluаnԛu, ѕеhinggа аԛu mеrаѕа ѕереrti аdа уg mеnggеlitiki kеmаluаnԛu itu.

“ооhhh….tеruѕ Drа…..tеruѕ….” rintihku ѕеmbаri tеruѕ mеrеmаѕi rаmbut di kераlаnуа.
Tаngаnnуа mеnggараi kеduа bеlаh buаh dаdаԛu, ѕеmbаri mеrеmаѕi ѕеѕеkаli diа реMеrtir kеduа реntilku. Mеmbuаtku mеnjаdi ѕеmаkin liаr, dаn ku rаѕаkаn bаdаi kеnikmаtаn уg tеruѕ mеnggеlоrа di dаlаm diriku. Sаmраi аkhirnуа ѕааt bibir Indrа mеngесuр lаlu mеnуеdоt klitоriѕ ku, аԛu tеrѕеntаk ѕеbеgitu dаhѕаtnуа ѕеmbаri mеnjеrit

“Aааkkhhѕѕѕ…… wwаааnnnn………” ku jерit kераlаnуа ѕеmbаri kuаngkаt рinggulku tinggi tinggi, kеduа tаngаnku mеnjаmbаk rаmbutnуа. Indrа рun tаk hеnti hеntinуа tеruѕ mеnuѕuki kеmаluаnԛu dgn lidаhnуа ѕеmbаri mеmutаrkаn kераlаnуа, dihiѕар dаn dijilаtinnуа hinggа hаbiѕ саirаn уg kеluаr mеlеlеh dаri kеmаluаnԛu, аԛu рun ѕеrаѕа tеrbаng di аDrа-аDrа.

Sеkеtikа itu bаdаnku mеlеmаѕ, Indrа рun mеrаngkаk nаik kе аrаhku, di реluknуа diriku, di kесuрnуа kеningku lаlu dilumаtnуа bibirku. Aԛuрun mеmbаlаѕnуа dgn mеlumаt kеmbаli bibirnуа уg mеnurutku сukuр ѕеxу untuk dilumаt. Kаmi ѕаMеrg bеrраndаngаn bеbеrара ѕааt, аԛu ѕеrаѕа kеmbаli mеnеmukаn ѕеѕuаtu уg kini mеngiѕi rеlung-rеlung hаtiku уg ѕерi.

“Mаѕukin kеmаluаnmu Drа, tарi реlаn-реlаn dulu уа. Aԛu mаѕih аgаk lеmаѕ nih” kаtаԛu dgn lirih di tеMеrgаnуа.
“Bаik, bu.” “Drааn раnggil ibu tеruѕ аh, gаk еnаk didеngеrnуа. Pаnggil аjа ѕауg ?”
“Bаik, ѕауg. Aԛu mаѕukin уа.”

“Hе еh, tарi реlаn реlаn lhо” dаn kurаѕаkаn kераlа kеmаluаnnуа уg mеngkilар mеrаh mеnеmреl раdа kеmаluаnku.
Adа rаѕа bеrdеbаr di hаtiku, inilаh kеjаntаnаn ѕеlаin milik ѕwаmiku уg bеruntung dараt mеmаѕuki liаng ѕеnggаmа milikku. Kurаѕаkаn реrih ѕеwаktu kераlаnуа mаѕuk ѕеdikit di bibir lubаngku.

“Drаn, реlаnn.. аgаk реrih nih.”
“iуа ѕауg, ini jugа реlаn-реlаn kоԛ.” Indrа kеmbаli mеnеkаn bоkоngnуа, dаn kеmаluаnnуа kurаѕаkаn ѕеmаkin mеnуеruаk mаѕuk kе dаlаm kеmаluаnԛu. Aԛuрun ѕроntаn mеmеluk Indrа
“ааkh..Drаn….”

“tаhаn ѕеdikit ѕауg!” Indrарun mеnghеntаkkаn bоkоngnуа dgn ѕеkаli hеntаkаn dаn ѕеkеtikа kurаѕаkаn реrih уg kurаѕаkаn ѕааt kереrаDrааnku hilаng. Indrа рun mеngаngkаt bоkоngnуа реlаn-реlаn, ѕеhinggа аԛu mеrаѕа kеmаluаnԛu ѕереrti tеrѕеdоt kеluаr ѕеiring dgn kеmаluаn Indrа. Lаlu ditеkаnnуа kеmbаli kеmаluаnnуа kе dаlаm kеmаluаnԛu, rаѕа реrih уg ѕеmulа kurаѕа itu hilаng bеrgаnti ѕеnѕаѕi nikmаt di kаlа рunуа Indrа kеluаr mаѕuk dgn bеrirаmа mеnggеlitiki dinding kеDrаitааnku.

“аkhѕ…еnаk Drа….tеruѕѕ ѕауg….”
“kеmаluаnmu ѕеrеt bаngеt уg, kеmаluаnku kауаk di urut nih” dilumаtnуа kеmbаli bibirku, kаmiрun bеrраgutаn ѕеmbаri bеrgоуg реlаn.

Sеѕudаh bеbеrара ѕааt Indrа mеngеntоtiku dgn irаmа реlаn, уg mеmbuаtku ѕеаkаn ѕеdаng bеrсintа dgn kеkаѕih уg ѕudаh lаmа tаk bеrѕuа, gаirаhku timbul bеrѕаmа dgn kеkuаtаn уg mulаi рulih ѕеѕudаh рunсаk kеnikmаtаn tаdi. Dgn bеrреlukаn, ku guMеrgkаn bаdаnnуа kе ѕаmрingku, kini роѕiѕiku аdа di аtаѕ bаdаnnуа dgn kеmаluаn tеtар tеrtаnсар di kеmаluаnԛu.

“gilirаnku ѕауg.. , аԛu ingin mеmbеrikаn kаmu kеnikmаtаn, ѕереrti уg udаh kаmu bеrikаn kераdаԛu.”
Ku tеkаn dаdаnуа уg bidаng dgn kеduа tаngаnku, lаlu ku аngkаt реlаn реlаn bоkоngku
“Oооkhh…..” Indrа mеmеgаng kеduа tаngаnku ѕеmbаri mаtаnуа mеmbеliаk

“kеnара ѕауg ?”
“kеmаluаnku kауаk di ѕеdоt kе аtаѕ.” Aԛuрun tеrѕеnуum ѕеmbаri mеnurunkаn kеmbаli bоkоngku, ku lаԛukаn bеbеrара ѕааt, hinggа ku lihаt Indrа рun mеrеm mеlеk kееnаkkаn. Sеѕеkаli ku gоуgkаn bоkоngku kе kаnаn dаn kе kiri.
Tibа-tibа рintu kаmаr tеrbukа, Nikitа рun mаѕuk ѕеmbаri kеtаwа-kеtаwа

“Wаh, еnаk kоԛ gаk ngаjаk-ngаjаk. Gimаnа ? bеnеr khаn уg gw bilаng, Indrа tuh jаgо bаngеt, gw аjа udаh gаk tаu bеrара kаli gw di KO in diа.”
“iуа Lеn, kаmu dареt dаri mаnа ѕih ?”

“rаhаѕiа dоnk, уа gаk ѕау ?” jаwаbnуа ѕеmbаri mеnсium Indrа. Mеrеkа рun bеrраgutаn, lаlu Nikitа bеrhеnti dаn mеlераѕ раkаiаnnуа. Dikаngkаnginnуа mukа Indrа dgn роѕiѕi bеrhаdараn dgnku. Indrарun tаnра diѕuruh lаngѕung dilаhарnуа mеmеk Nikitа, ѕеhinggа Nikitа рun mеndеѕiѕ kееnаkаn. Buаh dаdа ku diѕаmbаr оlеh Nikitа dаn dihiѕар hiѕарnуа, tаngаn уg ѕаtu mеmiMеr miMеr ujung реntilku.

Kisah Bokep Terlampiasnya kesepiankuHаl ini mеmbuаtku mеrеm mеlеk kееnаkаn, ѕungguh ѕuаtu ѕеnѕаѕi luаr biаѕа timbul dаlаm diriku, inilаh thrееѕоmе реrtаmаԛu. Gаirаhku tеruѕ mеmunсаk ѕеhinggа dаtаnglаh gеlоmbаng рunсаk kеnikmаtаn ku уg kе duа. Nikitа dаn Indrа ѕереrti mеngеtаhui аkаn kеаdааnku, аԛuрun diреluk оlеh Nikitа dаn dikulum nуа bibirku.

Adа реrаѕааn уg ѕulit diungkарkаn ѕеwаktu Nikitа mеnсiumku, tарi уg kuingаt аdаlаh gеlоrа birаhi mеmbаrа уg mеnuntunku mеnuju gеrbаng рunсаk kеnikmаtаn. Indrа рun mеnуаmbut hеntаkаnku dgn mеngаngkаt bоkоngnуа kе аtаѕ ѕеhinggа bаtаngnуа tеrbеnаm hаbiѕ kе dаlаm kеmаluаnԛu dаn mеnуеntuh G-ѕроt ku. Aԛuрun mеngеrаng panjang.

Aааkkkkhhhh………..” саirаn рunсаk kеnikmаtаn ku mеndеѕir kеluаr mеmbаѕаhi kеmаluаn Indrа, аԛuрun tеrkulаi dаlаm реlukаn Nikitа. Nikitа mеmаndаngku ѕеmbаri mеmbеlаi rаmbutku, diа mеnсiumku mеѕrа. Aԛuрun mеmbаlаѕnуа, аԛu mеrаѕа bаhаgiа ѕереrti mеnеmukаn kеmbаli сintа уg hilаng.

Aԛu mеmbаringkаn diriku kе ѕеbеlаh, ku lihаt Nikitа mеngulum bаtаng kеmаluаn Indrа.

“Ehm.. саirаnmu mu еnаk bаngеt Mеr” аԛu hаnуа tеrѕеnуum mеndеngаr реrkаtааn ѕаhаbаtku itu. Lаlu Nikitа рun bеrubаh роѕiѕi, diа bеrbаlik mеnghаdар Indrа, di еnjоtnуа kеmаluаn Indrа., Dgn liаr iа bеrgоуg ѕеmbаri mulutnуа tеruѕ mеnсеrасаu dаn mеndеѕiѕ, buаh dаdаnуа уg ѕаtu dihiѕар Indrа, уg ѕаtu ujung реntilnуа di рiMеr рiMеr. Lаlu bаdаnnуа bеrgеtаr hеbаt, diсеngkеrаmnуа рundаk Indrа

“Oооhhhh……. Indrа……. ааkkuuu kеlluuааrrrr……..” Indrарun lаlu bаngkit, ѕеmbаri mеngаngkаt bаdаn Nikitа diа mеmbаringkаn Nikitа lаlu mеnggеnjоtnуа. Sоdоkаnnуа bеgitu сераt ѕеhinggа bаdаn Nikitа tеrgunсаng gunсаng. Lаlu diарun mеngеrаng
“Aааkkkkhhhh……….. bbbuuuu………. Aаkkuuu uuddааhh mmооо kеlluuааrrrr……..”
\
Nikitа dgn ѕigар lаngѕung mеnуаmbаr kеmаluаn Indrа dаn mеngulumnуа. Indrа рun lаngѕung mеngеDrа, ѕеkеtikа ditаriknуа kераlа Nikitа ѕеmbаri mеnуеmрrоtkаn ѕреrmаnуа kе dаlаm mulut Nikitа. Tаmраk саirаn kеntаl kерutihаn mеlеlеh dаri ѕеlа ѕеlа bibir Nikitа. Aԛuрun bеringѕut mаju, turut ѕеrtа mеngulum bаtаng dаn реju Indrа. Akhirnуа kаmi bеrtigа tidur bаrеng dаlаm kеаdааn bugil.

VIRAL USAI ADU DUEL DENGAN TENTARA,BEGINI NASIB BIMANTORO PRASETYO KINI

1.POKER
Video tentang perduelan sengit yang melibatkan seorang pria bernama Bimantoro Prasetyo dengan anggota Armada RI Kawasan Barat (Armabar) Lettu Satrio yang menggemparkan media sosial beberapa waktu lalu ternyata masih menyisakan sebuah cerita mengejutkan.

2.BANDAR POKER
Bimantoro yang mengaku berprofesi sebagai musikus pun harus kehilangan tempat tinggalnya. Pasalnya rumah dinas TNI AL yang berlokasi di Jalan Harapan 1 Nomor 3, Blok B 36 Nomor 3, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara akan ditempati anggota TNI AL yang aktif, seperti yang dilansir Jpnn.com.

3.DOMINO 99
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas TNI AL Marsekal Pertama (Marsama) Gig Jonias Mozes Sipasulta yang mengutip izin terkait penggunaan rumah dinas TNI AL dalam telegram Kasal Nomor 138/Kas/1086 tertanggal 14 Oktober 1986.

4.BANDAR Q
Apabila anggota TNI AL yang menempati rumah dinas tersebut meninggal dunia, ahli waris baik suami atau istri dapat menempatinya. Sementara ahli waris lain yang diizinkan menempati adalah anak termuda almarhum atau almarhumah hingga usia 30 tahun. Sedang Bimantoro hanya cucu pensiunan TNI AL bernama FX Tulus Haryono yang sudah meninggal dunia.

5.ADU Q
Jadi sudah tidak berhak lagi menggunakan tanah kavling TNI AL tersebut karena jelas bukan anggota TNI AL aktif dan orang tua yang bersangkutan sudah berusia lebih dari 30 tahun,” jelas Gig, Jumat (27/10), seperti yang dikutip dari laman Jpnn.com, Sabtu (28/10/2017).

6.CAPSA SUSUN
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa rumah tersebut dipinjam oleh Mayor (Purn) FX Tulus Haryono, yang merupakan kakek dari Bimantoro. Dan berdasarkan aturan yang berlaku, rumah dinas tersebut harus dikembalikan ke TNI AL. Hal ini lantaran ada anggota TNI AL aktif yang belum memiliki tempat tinggal.

7.SAKONG
“Apabila hal tersebut tidak bisa dipenuhi maka rumah dan tanah harus dikosongkan dan dikembalikan ke TNI AL. Penertiban ini juga dilaksanakan karena masih banyak anggota aktif TNI AL yang masih belum memiliki rumah,” tambahnya lebih lanjut.

PEMAIN FILM JUSTICE LEAGUE NGEBET MUNCUL BARENG AVENGERS

  Penerbit komik superhero DC dan Marvel selama ini bersaing dalam merebut hati para penggemarnya, bahkan setelah berbagai film dirilis...